Memang benar apa kata orang-orang, kalau Manado itu nggak akan kehabisan cewek berwajah rupawan. Terbaru, ada seorang Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Utara yang menyita perhatian netizen berkat kecantikan dan senyumnya yang menawan hati. Trizha Valencia Ong, namanya. Cewek keturunan Tionghoa yang biasa disapa Icha itu bahkan sudah memiliki puluhan ribu followers di akun Instagram pribadinya. 

Seperti apa kecantikan Polwan yang sayang ibu tersebut? 
Walaupun Polwan tetap sisi femininnya nggak ilang.

  
Kece nggak sih menurut kalian? 

 
Beranikah meniru gadis Cina ini? 

 
Walau memegang senjata, kecenya nggak luntur

  
Icha bersama teman-temannya. Kira-kira Icha yang mana kawan?

  
Icha menggunakan kerudung. Subhanaallah….kecenya

  
Rambut berantakan pun masih kece badai

  
Ihhhhh gemes dan unyu

  
Cantek sekali ini polisi Cina

  
Bukan di Cina tapi di Indonesia cin

  

Tonton juga Video Lengkap

Sexy BarberShop

Peringatan : Tulisan ini mengandung gambar yang tidak pantas untuk pembaca di bawah umur. Kebijaksanaan penonton sangat diperlukan.

Ke barbershop memang bukan kegiatan menyenangkan. Tentu disana ada gossip-gossip yang bisa di dengar dari hair stylist dan pelanggan. Tak banyak yang bisa dilakukan ketika hair stylist memotong rambut kalian.

Sebuah babrbershop di Oskemen, Kazakhtan mungkin menemukan cara agar semakin banyak customer datang.

Petunjuknya : wanita sexy

Harap diingat foto-foto ini tak aman dan sopan buat anak-anak.  

Foto-foto ini menunjukkan wanita genit stengah telanjang, memakai thong, sepatu high heeels, dan tak banyak yang lainnya.

Seperti dalam iklannya, sebuah sukses besar dari semua perhatian pelanggan, tentunya hampir semuanya pria.

  

Bagaimana menurut para pembaca? Kasih tau kami dalam kolom komen   

  
Source

Video Lengkap Tanpa Sensor

Landasan Pernikahan Kristen – 7 Pilar Pernikahan

Allah Sebagai Desainer Pernikahan

  
Allah sebagai “desainer” pernikahan, telah mendesain pernikahan sebagai sesuatu yang sangat indah. Pernikahan merupakan sutu lembaga ciptaan Allah yang tertua dalam dunia ini. Sebelum ada satu bangsa, kerajaan, bahkan gereja, Allah terlebih dahulu menciptakan satu unit keluarga. Pernikahan adalah sesuatu yang sangat unik, tetapi indah dan kudus. Alkitab memberikan gambaran hubungan suami,istri seperti hubungan Kristus sebagai mempelai laki-laki dengan orang-orang percaya sebagai mempelai perempuan ( Efesus 5:22-33).

Pernikahan adalah suatu komitmen “bersatu” yang mempertautkan dua pribadi yakni antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam suatu hubungan kasih dan kebersamaan (matual sharing), yang diteguhkan oleh Allah sendiri melalui hambaNya. Dihadapan Allah pernikahan itu sesuatu yang kudus dan dijunjung tinggi oleh Allah. Bagi Allah pernikahan adalah sesuatu yang “permanen”, selama hidup. Pernikahan adalah suatu “covenant” atau “perjanjian” antara seorang laki-laki dan seorang perempuanyang tidak boleh dilanggar atau dibatalkan oleh pihak manapun. Oleh karena Allah yang menetapkan pernikahan, maka Allah juga yang menetapkan peraturan-peraturan dalam pernikahan peraturan-peraturan tersebut saya namakan sebagai pilar, tiang tanpa pilar yang kokoh tidak mungkin dapat berdiri satu bagunan yang megah, demikian juga dengan keluarga. Pemazmur menggambarkan bahwa keluarga itu seperti satu bangunan ( Mazmur 127:1-2 ). Mengingat keluarga adalah ciptaan Allah maka Ia menetapkan peraturan-peraturan dalam keluarga. Peraturan-peraturan tersebut akan dibahas dalam pilar kesatu sampai pilar ketujuh.

1. Pilar Kesatu

SEORANG LAKI-LAKI HARUS MENIKAH DENGAN SEORANG PEREMPUAN

  Pilar pertama ialah seoarng laki-laki harus menikah dengan seoarng perempuan. Ketika Allah menciptakan Adam, ia adalah seoarng laki-laki 100%. Demikian juga ketika Allah menciptakan Hawa ia adalah seorang perempuan 100%. Allah tidak pernah menciptakan manusia di luar laki-laki dan perempuan. Jika didalam Alkitab terdapat manusia banci, itu terjadi setelah manusia memberontak kepada Allah. Karena itu seorang laki-laki harus menikah dengan seoarang perempuan. Hal ini merupakan ketentuan yang paling mendasar yang telah ditetapkan oleh Allah sejak semula. 

Karena itu peraturan Allah yang pertama ini langsung merupakan satu prinsip bagi gereja Tuhan untuk menolak dosa homoseksual dan lesbian. Dalam globalisasi ini, gelombang yang sangat kuat menentang dating dari mereka yang menamakan dirinya para pejuang Human Right/ Hak asasi Manusia yang mau mencoba mengganti peraturan ini dengan dalih merupakan hak asasi untuk menikah dengan siapapun termasuk menikah denga sesame jenis. Gelombang ini menerpa geraja dengan keras sekali terutama di Negara-negara barat. Namun saat ini juga di Indonesia mulai terjadi, khususnya di kota-kota besar. Stephen Tong menjelaskan: “ Hal-hal yamg paling mendasar dari kehendak Tihan saat ini telah dilawan dengan begitu nyata. Banyak orang telah membuat dunia menjadi begitu kotor,najis, polusi, dan merusak lingkungan. Itu karena manusia tidak mau kembali kepada dasar Alkitab yaitu manusia harus mengelola dengan baik”.

2. Pilar Kedua

SEORANG LAKI-LAKI MEMPUNYAI KEDUDUKAN DAN HARKAT YANG SAMA DENGAN PEREMPUAN DI HADAPAN ALLAH (KEDUDUKAN SUAMI TIDAK LEBIH TINGGI DARI PADA ISTRI)  Di Indonesia pada beberapa kelompok etnis tertentu kedudukan perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Hal ini terlihat dalam proses pengambilan keputusan. Misalnya kaum perempuan umumnya tidak dilibatkan, tetapi hanya oleh kaum laki-laki. Perempuan hanya berada pada pihak yang menerima keputusan, lepas dari suka atau tidak suka mereka harus menerima. Keadaan seperti ini jelas trelihat pada kelompok etnis batak. Di daerah-daerah Amarasi misalnya, klen terbagi atas bagian laki-laki dan wanita tetapi pengaruh dari nilai kekristenan membuat nilai-nilai dan derajat laki-laki dan perempuan semakin sama.

Dalam banyak budaya di dunia ini, perempuan mendapat tempat yang lebih rendah dari laki-laki. Bahkan, perempuan dianggap sebagai alat / obyek pemuas nafsu / diperlakuakn sebagai obyek seks dari laki-laki. Perempuan direndahkan, diremehkan diperlakukan tidak adil. Dalam tradisi Yahudi, seorang perempuan memiliki derajat yang sangat rendah, seorang perempuan bukan satu pribadi melainkan suatu benda. Bagi orang Israel pada zaman Alkitab merasa bahwa kaum laki-laki lebih penting dari pada kaum perempuan.

Jhon Stott dalam buku Isu-isu Global mengungkapkan secara tepat bagaimana keberadaan kaum perempuan diperlakukan secara tidak adil. Sebab tidak dapat disangkal bahwa dalam banyak kebudayaan kaum perempuan biasa dianggap rendah dan dihina oleh kaum laki-laki. Mereka sering di perlakukan tidak lebih daripada mainan dan obyek seks, sebagai tukang masak, pengurus rumah tangga, dan penjaga anak dll.

Keadaan yang lebih parah kita dapat lihat di India bahwa seorang perempuan lebih buruk dari pada roh-roh jahat. Ruth A.Tucker dan Walter L Liefeld. Satu-satunya harapan bagi mereka untuk mendapatkan kebebasan yang sangat didambakan dari karma dan akibatnya. Adalah penyembahan bagi suami mereka. Suami dikatakan sebagai allah dari kaum perempuan ; tidak ada allah lain baginya.

· Pandangan Alkitab Tentang Perempuan 

“Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik” ( Kejadian 1:31). Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia laki-laki dan perempuan diciptakanya mereka. Allah memberkato mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka terdapat dalam ( Kejadian 1: 27-28).

Firman Tuhan di atas merupakan dasar Alkitab yang paling hakiki, bagaimana pandangan Allah tehadap perempuan. Jika dicermatidengan baik, maka ada beberapa prinsip kebenaran yang tidak dapat dikompromikan dalam ayat di atas.

ü Prinsip pertama

Laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah. Laki-laki dan perempuan diciptakan menurut gambarNya, menurut gambar Allah menjelaskan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dalam kondisi yang sama, derajat yang sama, kualitas yang sama, kemampuan yang sama ( Galatia 3:26-28).

ü Prisip kedua

Laki-laki dan perempuan sama-sama mendapat mandat yang sama. Perintahbyang diberikan oleh Allah dalam Kejadian 1:28 tidak hanya ditujukan kepada laki-laki, tetapi juga kepada perempuan J.I. Packer menjelaskan : “perempuan juga seharusnya berkuasa atas ciptaan Tuhan. Laki-laki dan perempuan harus mengambil bagian bersama-sama dalam wewenang ini, wewnang ini tidak menjadi milik laki-laki saja.

ü Prinsip ketiga

Laki-laki dan perempuan sama-sama diberkati oleh Allah. Berkat Allah tidak hanya diberikan kepada laki-laki, tetapi juga kepada perempuan. Jikalau berkat ini diberikan secara bersama, berarti potensi yang berada di dalam perempuan tidak berbeda dengan potensi yang ada di dalam laki-laki. Potensi yang dimaksudkan bukanlah kekuatan fisik. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus 9 Galatoa 3:28).
3. Pilar ketiga

SEORANG LAKI-LAKI HANYA BOLEH BERSATU DENGAN ISTRINYA

· Kecenderungan Dunia Saat Ini

kita tinggal, hidup, dan berada di dalam dunia ini. Kita semua, meskipun selalu dinasehati supaya jangan menjadi serupa dengan dunia ini, pada akhirnya mendapati bahwa pola piker dunia zaman sekarang ini secara licik dan tersembunyi perlahan-lahan mulai merasuk kedalam kehidupan kita sehari-hari. Kehidupan dunia saat ini cenderung menganut pola hidup permisif, yang serba menggampangkan dan cenderung memperbolehkan segala hal yang tidak benar, termasuk dalam hal seks. Kecenderungan orang untuk menganut “ free sex” atau “seks bebas” semakin menjadi-jadi di dunia ini. Di kalangan orang Kristen pun adanya kecenderungan pola hidup free sex menjadi ancaman bagi kehidupan kekristenan mereka.
· Landasan Alkitab

Seorang laki-laki hanya boleh bersatu dengan istrinya yang sah merupakan kehendak Allah yang sesungguhnya. Landasan Alkitabiahnya antara lain tedapat dalam Kejadian 2:24 “sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Pengertian “satu daging” itu adalah menjadi benar-benar bersatu baik secara jasmaniah maupun rohaniah, secara jasmaniah ditandai dengan persetubuhan atau hubungan seks yang dilakukan sebagai bagian dari kehidupan sumi istri dan secara rohaniah adalah kehendak Tuhan yang menyatakan bahwa mereka menjadi satu sehingga tidak dapat dipisahkan lagi. Oleh karena itu jika laki-laki dan perempuan sudah bersatu dalam pernikahan kudus dan menjadi suami dan istri maka tidak dapat dipisahkan lagi. Dalam hal ini juga jelas bahwa suami hanya boleh bersetubuh dengan istrinya yang merupakan pasangan yang sah dalam pernikahan dan bukan dengan yang lain, siapapun itu di luar pernikahan. Suami istri harus saling terbuka dan jujur menyatakan kebutuhanya, demikian juga apa yang disenangi atau tidak disenangi, harus saling terbuka,bahkan ketakutan dan kesukaran yang mungkin di hadapi. Suami istri seharusnya tidak malu menyatakan perasaannya.
· Pria Idaman Lain/ Wanita Idaman Lain, Mengapa ada?

Dalam pernikahan Kristen perselingkuhan merupakan momok yang sangat di takuti oleh setiap pasangan. Mengapa laki-laki idaman lain bagi seorang isteri atau perempuan idaman lain bagi seorang suami itu bisa terjadi dalam pernikahan Kristen? Beberapa tahun terkhir ini perselingkuhan sudah menggejala di dalam masyarakat kita. Dahulu orang cenderung berpikir bahwa perselingkuhan hanya terjadi pada laki-laki atau perempuan setengah baya yang mengalami puber kedua. Misalkan dalam suatu pernikahan suami tidak lagi mendapatkan kepenuhan kebutuhannya dari si isteri, dia mendapatkan semua itu dari perempuan yang lain.

4. Pilar keempat

PERNIKAHAN ITU BERSIFAT KEKAL SELAMA HIDUP, TIDAK DAPAT DIBATALKAN OLEH PIHAK MANAPUN JUGA

· PERNIKAHAN DAN PERCERAIAN DALAM TRADISI IBRANI

Kebanyakan firman Tuhan kepada orang Ibrani yang berkenan dengan perceraian, kenyataannya diberikan untuk membatasi atau menahan percaraian, bukan untuk mendukung perceraian! Tuhan menempatkan hukum-hukum pemerintah untuk perceraian. Ada peraturan-peraturan sederhana yang Tuhan akui/kenali pada prakteknya di Israel. Sekalipun bukan idenya Tuhan atau kehendak Tuhan yang sempurna. Tuhan tidak pernah menginstitusikan perceraian tapi mentoleransikannya dalam pandangan ketidak sempurnaan manusia yang jatuh dalam dosa. Hal-hal inilah yang harus di ingat di dalam pikiran kita jika kita ingin lebih mengerti firman Tuhan tentang perceraiandan pernikana kembali didalam tradisi Ibrani. Ul 24:1-4 inilah firman Tuhan kepada orang Ibrani yang pertama dan secara spesifik menyebut “penikahan, perceraian, dan penikahan kembali”. Jadi kita perlu untuk memperhatikan detil dari “Hukum yang pertama kali di sebutkan seperti di atas”. Ada beberapa hal penting yang perlu dibahas mengenai penikahan perceraian pernikahan kembali di Israel, menurut Ul 24:1-4 yaitu :

1. Ketika seorang laki-laki mengambil seorang Isteri dan menikahinya.

2. Pada satu waktu suami menemukan bahwa istri tidak berkenan (ada ketidaksukaan) di matanya.

3. Karena suami menemukan ketidaklayakan di istrinya.

4. Biarlah laki-laki menulis suatu surat perceraian untuk perempuan.

5. Memberikannya ke tangan perempuan

6. Mengeluarkan perempuan dari rumah laki-laki

7. Ketika istri meninggalkan rumah laki-laki, istri boleh menjadi istri dari suami lain.
· Pernikahan dalam tradisi Indonesia

Keanekaragaman suku-suku bangsa di Indonesia melahirkan kebudayaan yang berbeda-beda dalam system pernikahan atau perkawinan. Perkawinan pada orang Batak merupakan pranata yang tidak hanya mengikat seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Perkawinan juga mengikat kaum kerabat mereka. Yang dilarang dalam (tabuh) adalah perkawinan satu marga dan perkawinan dengan anak perempuan dari saudara perempuan ayahnya. Peranan tradisi adat dalam perkawinan suku-suku yang ada di Indonesia cukup dominan, selalu ada suatu perkawinan ideal yang dicita-citakan dan juga ada aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh tradisi. Adanya pola-pola perkawinan itu menunjukan bahwa tidak mudah bagi seorang laki-laki untuk menjadikan seorang perempuan menjadi Isterinya, sehingga diharapkan agar perkawinannya menjadi langgeng dan menghindari perpisahan atau perceraian.

· Pernikahan dalam Alkitab

Alkitab tidak memandang pernikahan sebagai suatu perjanjian antara dua orang yang bisa dibatalkan semaunya. Tetapi sebaliknya, sebagai suatu rahasia ajaib “Ef 5:31-32”. Dengan demikian setiap pernikahan Kristen diamksudkan sebagai pantulan atau gambaran hubungan antara Kristus dan gerejanya. Tujuan Allah yang sejati didalam Institusi pernikahan adalah bahwa pernikahan harus bersifat menjadi “one man—one women blessed” yaitu satu laki-laki tertentu hanya untuk satu perempuan tertentu yang diberkati. Pernikahan itu adalah suatu hubungan kasih seumur hidup. Pernikahan harus bersifat permanen, monogamy, dan eksklusif. Dalam Matius 19:1-9, Orang sering memakai ayat ini sebagai alasan untuk melegalkan perceraian, tetapi kalau kita teliti dan perhatikan lebih lanjut dengan cermat, justru ayat ini makin menegaskan tentang sikap Allah yang menentang perceraian, hanya karena ketegaran hati manusia saja maka perceraian ada.

5. Pilar kelimA

HARUS SAMA-SAMA MENGASIHI TUHAN YESUS

· Pernikahan dalam Hukum Ibrni

1. Larangan kawin dengan bangsa asing

Dalam Perjanjian Lama, pemisahan merupakan suatu tuntutan Allah yang yang terus menerus bagi umatNya. Mereka dihapkan menjadi kudus, berbeda, dan terpisah dari semua bangsa lain supaya menjadi milik Allah sendiri. Dalam ( Ulangan 7:3) sudah jelas dikatakan. Hukum Musa tidak mengizinkan Bangsa Israel kawin dengan perempuan-perempuan asing ( perkawinan campur), karena mereka menyembah kepada dewa-dewa lain, sehingga dapat membawa orang Israel menyimpang dari pada Tuhan.Ezra menghendaki semua orang mengakhiri hubungannya dengan istri asingnya. Mereka yng menolak akan diasingkan dari kumpulan orang Israel dan hak milik mereka akan di ambil ( Ezra 10:8). Orang-orang Israel tersebut dalam Perjanjian Lama berhubungan dengan orang Kanaan, Mesir, Babel, dan bangsa-bangsa lain yang menyembah berhala. Banyak Illah, bagian terbesar dari agama-agama ini adalah politeisis, yang berarti bahwa agama-agama tersebut mengakui banyak dewa dan setan. Pemujaan berhala, suatu sifat lain yang umum terdapat pada pemujaan berhala adalah ikonografi keagamaan ( pembuatan patung atau totem untuk dipuja). Keselamatan diperoleh dengan usaha sendiri, apa maknanya menggambar dewa-dewa sebagai manusia? Pasal-pasal pertama kitab “gambarNya” (Kej 1:27). Kurban, kebanyakan agama penyembah berhala mempersembahkan binatang untuk menenangkan dewa mereka yang banyak tingkahnya.
2. Perkawinan Levirat

Orang Israel merasa bahwa penting bagi seorang laki-laki untuk memiliki ahli waris. Untuk melindungi hak milik yang sudah Tuhan berikan kepada mereka, mereka melakukannya melalui garis keturunan. Perempuan yang tidak dapat mengahasilkan keturunan akan mendapatkan kemarahan dari tetengga-tetangga di sekitarnya ( Kejadian 30:1,2,23; 1 Samuel 1:6-10).
· Pernikahan dalam Hukum Indonesia

Pernikahan di Indonesia secara Hukum diatur dalam undang-undang. Undang-undang yang mengatur perkawinan yang berlaku di Indonesia adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Tujuan/dasar pernikahan diatur dalam Bab 1 Pasal 1 “perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seoarang laki-laki dengan seorang perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga ( Rumah Tnagga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Ynagn Maha Esa.
· Pernikahan dalam Alkitab

Hukum yang utama yang tercatat di dalam Alkitab tentang pasangan hidup bagi orang percaya adalah seperti yang tertulis dalam 2 Korintus 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah yang terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimana terang dapat bersatu dengan gelap ?”.

6. Pilar keenam

SEORANG LAKI-LAKI HANYA DIPEROLEHKAN MENIKAH DENGAN SEORANG PEREMPUAN ( MONOGAMI )

· Poligami dalam Sejarah Israel suatu pelanggaran Perkawinan

  Tuhan mentabiskan perkawinan sebagai hubungan kudus antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, tetapi dengan segera dirusak oleh beberapa orang dengan mengambil dua istri atau lebih (poligami), “ lamekh mengambil istri dua orang ; yang satu namanya Ada, yang lain Zila” ( Kejadian 4:19 ). Pernikahan dengan orang-orang asing serta pengadopsian cara-cara penyembahan berhala semakin memperumit masalah.

Yakib adalah kepala keluarga Yahudi lain yang mengikuti kebiasaan perkawinan penyembahan berhala, Yakub mengambil dua istri sebab pamannya, laban melakukan suatu cara/ tipu muslihat yang membawanya untuk menikahi perempuan yang salah, yang tidak dikehendakinya, yaitu Lea ( Kejadian 29:21-30).
· Perjuangan Monogami dalam Sejarah Indonesia

Membahas masalah perjuangan Monogami di Indonesia tidaklah dapat dipisahkan denga masalah yang bersangkutan dengan relasi gender dalam kehidupan rumah tangga dan dalam masyarakat di Indonesia. Dalam websitenya, persatuan dharma wanita mengungkapkan perjuangan monogamy dalam sejarah Indonesia. Selain itu, para pejabat kolonial banyak menyunting perempuan-perempuan pribumi menjadi isteri sementara, yang kita kenal dengan sebutan “nyai”. Gejala perkawinan “sementara” ini disebabkan oleh karena waktu bertugas di daerah pendudukan mereka mencukup lama untuk berpisah dari isterinya di eropa, sehingga sulit membendung kebutuhan seksnya.

Pada abad ke-19 pemerintahan colonial pimpinan C.Snouck Hugrounge mensosialisasikan paham liberal yang pada akhirnya memberi pencerahan pada kaum perempuan pribumi.
· Landasan Alkitab

Dalam kejadian 1:28 sudah jelas dikatakan bahwa “Allah memberkati mereka Adam dan Hawa…”. Inilah pola pernikahan yang telah ditetapkan oleh Allah sebelum manusia memberontak kepada Allah. Disamping Hawa tidak ada perempuan lain yang menjadi isteri Adam. Demikian juga disamping Adam tidak ada laki-laki lain yang menjadi suami Hawa. Berarti pernikahan yang Allah ciptakan adalah pernikahan yang MONOGAMI. Allah menentang pernikahan yang bersifat POLIGAMI, isteri lebih dari satu dan POLIANDRI, suami lebih dari satu.

Batasan satu isteri untuk Adam merupakan dasar pijakan yang Allah telah tetapkan untuk menjadi dasar bagi perkawinan Monogami sepanjang zaman. Dengan hanya satu perempuan Allah telah mencukupi kebutuhan biologis manusia pada takarang yang sesungguhnya. Kecenderungan laki-laki tidak puas dengan memiliki hanya satu pasangan tidak hanya terjadi saat itu saja tetapi juga terjadi pada masa Nabi Nuh hidup, sebab masalah hawa nafsu yang menyangkut kebutuhan biologis manusia merupakan suatu yang di anggap bersifat pribadi. Bahkan pada masa ini perilaku poligami juga oleh beberapa orang, pola hidup yang memuaskan hawa nafsu ini menjadi komoditi yang dipasarkan kepada dunia.

Sayangnya para raja Israel gagal dalam melaksanakan amanat Tuhan ini lebih lanjut Alkitab mengatakan “janganlah kau ambil perempuan sebagai madu kakaknya menyingkap auratmya disamping kakaknya selama kakaknya itu masih hidup (Imamat 18:18) firman Tuhan sangat jelas menentang poligami atau poliandri. Alkitab menghendaki orang percaya memiliki hanya satu isteri (Maleakhi 2:15). Allah telah menjadikan psangan suami isteri menjadi satu dalam satu kesatuan. Banyak laki-laki tidak setia kepada isteri yang mereka nikahi ketika masih muda. Karena dosa inilah Allah meninggalkan orang-orang berdosa itu serta menolak untuk mendengan doa mereka (Maleakhi 2:13).

Kemudian dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus memberikan aturan perkawinan monogami untuk setiap orang yang mau melayani Tuhan (1 Timotius 3:2; 1 Timotius 3:12; Titus 1:6). Allah memandang kepemimpinan orang percaya dalam rumah tangga pernikahan dan hubungan keluarga mereka sebagai sesuatu hal yang penting sekali. Orang tidak akan berpoligami jika tahu kebenaran bahwa perkawinan yang sesungguhnya adalah monogami. Hanya ada satu Hawa untuk Adam. Allah hanya mengambil satu tulang rusuk dari Adam dan membentuk baginya seorang perempuan. Perkawinan monogami ditekankan dalam Alkitab dan Alkitab tidak sedikitpun memberikan kebenaran untuk hidup berpoligami.

7. Pilar ketujuh

SEORANG LAKI-LAKI HANYA BOLEH BERSATU DENGAN SEORANG PEREMPUAN SETELAH DIBERKATI

  
· Fenomena “hidup bersama”

Keputusan hidup bersama dianggap sebagai sebuah sikap yang tidak menghargai lembaga perkawinan, apabila jika dilakukan di Negara timur. Hidup bersama di anggap sebagai sebuah sikap yang mengadopsi pola-pola perilaku yang seharusnya dilakukan hanya jika pasangan tersebut sudah menikah. Fenomena hidup bersama atau “kumpul kebo” kemudian menunjukan bahwa ada pergeseran pandangan tentang perkawinan di kalangan anak-anak muda terutama dan pola hidup bersama dengan pasangannya sangat identik dengan seks diluar lembaga pernikahan. Mungkin dengan hidup bersama memungkinkan mereka untuk mengenal pasangannya lebih dalam, sehingga jika mereka menikah tidak terlalu sulit untuk melakukan adaptasi. Hidup bersama sebelum menikah sebenarnya tidak memecahkan masalah yang menyebabkan mereka memutuskan untuk hidup bersama. Orang yang tinggal bersama lebih kecil kemungkinannya untuk menikah, kalau mereka menikah, pernikahan mereka biasanya kurang baik. Kita sudah tau selama bertahun-tahun, bahwa semakin lama masa pacaran dan masa pertunangan itu semakin besar kemungkinannya untuk menikmati pernikahan yang baik.

· Pola ciri-ciri serta dampak Sosial dan Psikologis dari “hidup bersama”

Dibawah ini adalah hasil berdasarkan penyelidikan yang dilakukan mengenai pola ciri-ciri khas serta dampak sosial dan psikologis dari pasangan-pasangan yang hidup bersama tanpa menikah di Amerika Serikat dan hubungan-hubungan mereka, yang di ambil dari buku “77 pertanyaan mengenai seks, pacaran dan cinta” yang dibuat oleh Ray E. Sorth.
· Landasan Alkitab

Kejadian 1:28 dalam ayat ini terdapat urutan yang sangat indah dimana Roh Kudus mengilhamkan Musa dalam menulis ayat tersebut. Dengan jelas dikemukakan bahwa yang pertama ialah Allah memberkati, baru kemudian Allah berfirman untuk beranak cucu. Alkitab dengan jelas tidak memperbolehkan kedua pasangan untuk hidup bersama sebelum diberkati.

Hidup bersama “kumpul kebo” (hidup bersama selayaknya suami isteri tanpa menikah secara resmi) atau istilah lain “kawin percobaan” (hidup bersama selayaknya suami isteri untuk melihat apakah mereka dapat cocok satu sama lain sehingga dapat diteruskan ke pernikahan, jika tidak cocok, hubungan dapat diputuskan begitu saja sama sekali tidak dikehendaki dan tidak disukai oleh Tuhan, dikarenakan perbuatan itu sangat dilecehkan atau tidak menghargai lembaga perkawinan yang kudus yang disediakan Tuhan bagi umatnya.
Pernikahan itu adalah suatu perjanjian antara kedua pasangan yang di ikat oleh Tuhan dan telah disepakati bersama untuk selamanya. Jadi pernikahan bukan ikatan bebas atau ikatan dalam waktu tertentu saja. Cincin pernikahan sebagai tanda ikatan janji antara kedua mempelai bebentuk bulat. Ini menandakan ikatan janji yang tidak ada ujung pangkalnya dan bahwa prnikahan itu akan menjadi kokoh dan kuat dipemandangan Allah. 

Jepang ramah turis Muslim

Jepang sejak 6 tahun terakhir ini terus berbenah diri dalam menerima turis-turis muslim sehingga banyak fasilitas mulai dilengkapi dengan sertifikasi halal

Bandara Narita mulai 2013 menyiapkan 2 tempat sholat yang nyaman  

Makanan di Jepang banyak sekali menggunakan sake dan soju yang menggunakan Sake, minuman khas Jepang yang mengandung alkohol. Nah sekarang kalian yang muslim sudah tidak perlu khawatir lagi mencari makanan halal. Anda bisa subcribe blog dan channel kami untuk terus mengupdate informasi tempat-tempat dengan akomodasi halal di seluruh Jepang  

Bahkan sudah ada LSM yang secara rutin mengedukasi pengusaha-pengusaha Jepang untuk berpartisipasi dalam industri pariwisata halal. 

Di Jepang juga mulai ada Lembaga Sertifikasi Halal loh kawan

 

Ketika Nasionalisme dibenturkan pikiran dangkal

Cindy Adams pada buku karangannya, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, menulis……..

Pemuda itu masih berusia 20 tahun. Dia tegang. Perutnya mulas.
Di belakang tukang sate, dia mengamati kawan-kawannya, yang menurutnya banyak lagak, tak mau pakai tutup kepala karena ingin seperti orang Barat.

peci

Dia harus menampakkan diri dalam rapat Jong Java itu, di Surabaya, Juni 1921. Tapi dia masih ragu.
Dia berdebat dengan dirinya sendiri.
“Apakah engkau seorang pengekor atau pemimpin?”
“Aku seorang pemimpin.”
“Kalau begitu, buktikanlah,” batinnya lagi.
“Majulah. Pakai pecimu.
Tarik nafas yang dalam! Dan masuklah ke ruang rapat… Sekarang!”

Setiap orang ternganga melihatnya tanpa bicara. Mereka, kaum intelegensia, membenci pemakaian blangkon, sarung, dan peci karena dianggap cara berpakaian kaum lebih rendah.

Dia pun memecah kesunyian dengan berbicara: “…Kita memerlukan sebuah simbol dari kepribadian Indonesia.
Peci yang memiliki sifat khas ini, mirip yang dipakai oleh para buruh bangsa Melayu, adalah asli milik rakyat kita.
Menurutku, marilah kita tegakkan kepala kita dengan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia Merdeka.”
Itulah awal mula Sukarno mempopulerkan pemakaian peci.

Jangan tensi

Continue reading

Benarkah Muslim itu Harus Keras Terhadap Orang Kafir? Tafsir Surat al-Fath:29

Surat al-Fath berjumlah 29 ayat yang semuanya turun dalam konteks perjanjian Hudaibiyah. Oleh karena itu, memahami ayat terakhir dalam surat ini juga tidak bisa sepotong-sepotong, karena kita harus memahami keseluruhan konteks ayat-ayat sebelumnya, plus pemahaman utuh tentang perjanjian Hudaibiyah. Inilah yang dilakukan oleh Imam al-Alusi, pengarang Tafsir Ruhul Ma’ani yang harus berpanjang lebar menceritakan peristiwa Hudaibiyah sebelum menjelaskan potongan ayat 29 di bawah ini:

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…

Continue reading