Ikan Ayam-Ayam Pengganti Nasi

Ikan Ayam-Ayam atau ada yang sebut ikan kambing-kambing. Disebut ikan kambing-kambing katanya mulutnya menyerupai kambing. Perhatikan gambar di bawah ini. Menurut penulis sih nggak mirip sama mulut kambing. Penulis mengenal ikan ini lebih dari 15 tahun lalu saat kunjungan jelajah gizi atau kuliner ke Makassar.

ikan-ayam-ayam

Sejak mengenal kelezatan ikan ayam-ayam ini, setiap kali penulis berkunjung ke Makassar maka penulis pun mewajibkan diri menyantap ikan ayam-ayam ini dengan cara dibakar. Kulit ikan ayam-ayam ini sangat tebal sehingga hampir tak mungkin dimakan begitu saja. Ada sebuah penelitian untuk memanfaatkan kulit ikan ayam-ayam ini menjadi krupuk. Ukuran sedang besar selalu menjadi pilihan penulis. Dagingnya yang juicy memberikan aroma dan kelezatan tersendiri. Dagingnya tebal, hampir tak akan ditemukan duri kecil. Bila dipanggang dalam keadaan yang tepat, rasa manis akan segera memenuhi lidah kita. Dagingnya yang halus juga menyebabkan kita mudah mengunyahnya. Bakar ala Makassar tanpa bumbu sama sekali.

Setelah beberapa kali menikmati ikan ini, penulis pun menemukan cara menikmati ikan ayam-ayam, penulis memesan 1 buah ikan ayam-ayam ukuran sedang besar panjang sekitar 40 cm, tanpa nasi. Hmmmmm terbayang kelezatannya saat menulis blog ini. Ya tanpa nasi! Seekor ikan ayam-ayam panjang 40 cm sudah sangat cukup memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Untuk menambah kenikmatan makan malam penulis tambahkan lauk pauk dengan 1 ekor cumi-cumi ukuran besar yang digoreng tanpa bumbu dan tanpa tepung. Crispy selalu menjadi tambahan instruksi penulis untuk cumi-cumi goreng ini. Yummy dah. Cumi tanpa bumbu terasa crispy dan sedikit asin. Menambah kelezatan ikan ayam-ayam yang juicy dan manis. Bila ada teman yang menemani makan penulis menambahkan menu lain seperti udang bakar, dan tak lupa menu sehat yaitu sayuran.

Ikan ayam-ayam ini mudah sekali ditemukan di seluruh rumah makan di Makassar. Sebaliknya jika di Jakarta tidak mudah bagi kita menemukan ikan ayam-ayam ini disebuah rumah makan, kecuali rumah makan itu pemiliknya berasal dari Makassar. Ada beberapa rumah makan kecil dan besar yang menyediakan ikan ayam-ayam dalam menunya. Tapi sayangnya kesegarannya beda dengan ikan ayam-ayam di Makassar.

Dalam pencarian penulis, akhirnya penulis menemukan sebuah tempat dimana ikan ayam-ayam menjadi salah satu menu favorit di tempat itu. Nama tempat itu adalah Rumah Makan Babe Lili berpusat di Menteng. Sekarang cukup banyak cabangnya. Tapi penulis memilih tempat ini. Perhatikan menu di bawah, ikan kambing-kambing disini namanya diletakkan pada pilihan pertama.

1e8fa9e6a76ebd4ee9f95fb70c315a77

Ikan ayam-ayam disini dibakar ala betawi menggunakan kecap dan bumbu-bumbu lain. Dan khusus untuk penulis, selalu pesan kecapnya sedikit saja. Yang uniknya disini, ikan dibakar dahulu sebelum diberikan bumbu, sampai keadaan tertentu dimana daging mulai mengembang dan mulai kelihatan celah-celah di antara daging maka disaat itulah bumbu mulai dioleskan sehingga bumbu dapat meresap sampai ke dalam-dalam. Tempat ini penulis usulkan menjadi salah satu tempat kuliner dalam even Nutrisi Untuk Bangsa.

Sebagai penutup penulis ingin mencoba ikan ayam-ayam dalam acara Jelajah Gizi Minahasa yang diadakan oleh Sarihusada. Diolah dengan bumbu khas Menado pasti menarik dan memberikan rasa tersendiri. Tak lupa penulis bagikan sedikit rahasia. Ada bagian paling enak dari ikan ayam-ayam ini yaitu bagian pipi ikan. Makanya ambil ikan ukuran sedang, supaya pipinya semakin tembem dan semakin maknyus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s